Mengapa Pakaian Pelindung Diri  Itu Penting Pada Saat Aplikasi Pestisida ?

Mengapa Pakaian Pelindung Diri Itu Penting Pada Saat Aplikasi Pestisida ?

Aplikasi pestisida mengandung resiko terpaparnya badan aplikator dengan pestisida.  Pestisida adalah racun bagi hama, penyakit, atau gulma.  Namun juga bisa berbahaya bagi penggunanya, kalau tidak menerapkan praktek-praktek aplikasi pestisida yang benar. Aplikasi pestisida yang benar adalah menggunakan alat pelindung diri yang berupa apron (celemek), sarung tangan, penutup wajah, masker dan sepatu boat.  Selain pakaian yang dikenakan aplikator harus berlengan panjang dan celana panjang.  Kenapa? Karena untuk mencegah timbulnya risiko keracunan.

Pakaian Pelindung Diri (APD)

Apron harus dikenakan sewaktu aplikator dalam seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pestisida seperti pada saat mencampur, mengisi tangki, dan menyemprotkan pestisida. Apron ini harus memenuhi syarat mampu melindungi tubuh dari berbagai formulasi pestisida, tahan lama, ada sirkulasi udara, nyaman dikenakan, dan ringan.

Cairan pestisida yang disemprotkan oleh knapsack sprayer sangat kecil ukuran partikelnya.  Penglihatan mata secara langsung terkadang tidak terlihat karena ukuran/dropletnya sangat kecil bisa mencapai >100 droplet/cm2.  Namun jika menggunakan stardust dibawah lampu violet dapat terlihat seperti gambar disamping. 

Tidak semua semprotan itu mengenai sasaran (daun atau hama) yang menjadi target penyemprotan.  Adanya angin sekitar tempat penyemprotan, sangat memungkinkan semprotan juga mengenai bagian-bagian tumbuh aplikator.  Belum lagi kalau tangki yang digunakan mengalami kebocoran dibagian tangkinya.  Dapat dibayangkan berapa banyak bagian tubuh aplikator yang terpapar oleh pestisida.  Oleh karena itu penggunaan apron menjadi sangat penting.

Banyak jenis bahan yang dapat digunakan untuk Apron, diantaranya dengan bahan tyvek. Keunggulan Tyvek dapat dicuci dan bersifat anti percikan cairan. Karena itu, baju yang terbuat dari tyvek tidak akan basah, jika hanya terkena butir-butir kecil cairan pestisida. Tyvek juga sangat ringat, beratnya hanya 110 – 150 gram/meter2.

Jenis Pakaian Pelindung Diri Apron

Ada dua macam baju pelindung, one-piece garment (baju satu potong) atau sering disebut ponco, berlubang di kedua sisi sampingnya untuk menjamin sirkulasi udara. Panjangnya 2 meter dan lebar 60 cm. Bagian depan panjangnya 85 cm, sedang bagian belakangnya 115 cm. Tujuannya untuk melindungi tubuh bagian belakang dari tetesan pestisida jika tangkinya bocor.

Kedua bagian baju itu dihubungkan dengan tali sepanjang 55 cm. Desain pakain pelindung lainnya yaitu two pieces garment (setelan baju dan celana). Baju berlengan panjang dengan tali karet pada bagian pinggang.

Pabriksprayer.com menyediakan apron dari bahan parasut.  Seperti pada gambar berikut. 

Yang membutuhkan apron bisa pesan di sini!

Apron tipe 3

Apron

Apron/celemek untuk pelindung pada saat aplikasi penyemprotan

Spesifikasi :

  1. Bahan: Parasut, lebih tipis dibandingkan apron tipe 1 dan tipe 2
  2. Ukuran lebar 55 cm
  3. Ukuran panjang depan=belakang = 90-100 cm

Catatan: Ukuran, warna, model, dan sablon/logo bisa disesuaikan dengan pesanan, jika jumlah order min 100 pcs.

apron celemek

Apron tipe 2

Apron tipe 2

Apron

Apron/celemek untuk pelindung pada saat aplikasi penyemprotan

Spesifikasi :

  1. Bahan: Plastik, seperti jas hujan
  2. Ukuran lebar 55 cm
  3. Ukuran panjang depan=belakang = 90-100 cm

Catatan: Ukuran, warna, model, dan sablon/logo bisa disesuaikan dengan pesanan, jika jumlah order min 100 pcs.

apron celemek

Apron tipe 1

Apron tipe 1

Apron

Apron/celemek untuk pelindung pada saat aplikasi penyemprotan

Spesifikasi :

  1. Bahan: Parasut , lapisan dalam perak
  2. Ukuran lebar 55
  3. Ukuran panjang depan=belakang = 90-100 cm

Catatan: Ukuran, warna, model, dan sablon/logo bisa disesuaikan dengan pesanan, jika jumlah order min 100 pcs.

apron celemek