Jangan Menyemprot Pada Saat Cuaca Panas Dan Kering.  Ini Akibatnya.

Jangan Menyemprot Pada Saat Cuaca Panas Dan Kering. Ini Akibatnya.

Wilayah Indonesia terbentang dari barat sampai timur dengan variasi geografis.  Di indonesia bagian barat kelembaban lebih besar dari 50% tetapi di bagian timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur umumnya kelembaban udara kurang dari 50%.

Dalam satu hari biasanya yang paling panas antara jam 12 sampai dengan jam 2 siang.  Kadang suhunya vusa melebihi dari 31-32 derajat.  Jika melakukan penyemprotan pada jam tersebut, maka akan sia-sia belaka.

Baca juga: Lupakan Peranan Stomata Pada Waktu Penyemprotan Pestisida

Jangan menyemprot pada saat cuaca panas dan kering. 

Karena sebagian butiran semprot terutama yang harus akan menguap. Dan pada akhirnya jumlah total pestisida yang kita aplikasikan akan berkurang.  Pada akhirnya penyemprotan menjadi tidak efektif.

Alasan Jangan menyemprot pada saat cuaca panas dan kering

1.  Sebagian butiran semprot (terutama yang halus) akan menguap.

2.  Butiran semprot yang menempel pada tanaman pada daun akan cepat mengering.

3.  Jangan menyemporot pada saat cuara panas, karena akan terjadi fotolisis (fotodegradasi).  Degradasi pestisida, dekomposisi pestisida karena cahaya matahari.

Menurut J Reinhold kecepatan degradasi akan menigkat 2 kali setiap kenaikan suhu 10 derajat.  Kalau suhu naik 10 derajat, maka degradasi naik menjadi lipat dua.  Jika sudah terdegradasi, maka pestisida sudah tidak efektif lagi untuk tanaman karena sudah berubah menjadi zat-zat kimia lain yang tidak ada gunanya dalam upaya mengendalikan OPT pada tanaman kita.

4. Kalau menyemprot pada siang yang terik tentu tidak akan nyaman untuk bekerja. 

Efek Suhu Dan Kelembaban Terhadap Droplet.

Jika droplet mengering, yang tertinggal hanyalah kristal-kristal yang tidak lagi dapat diserap ke dalam daun/tanaman. Ini penting untuk pestisida yang sistemik, sistemik lokal, dan translaminar.   Karena jenis pestisida tersebut hanya dapat diserap tanaman jika dalam keadaan basah.

Itulah sebabnya dalam penyemprotan pestisida sistemik, sistemik lokal dan translaminar diupayakan droplet selama mungkin tetap berada diatas permukaan daun dalam keadaan basah.

Jika demikian berapa suhu ideal untuk penyemprotan?

Suhu udara yang ideal adalah tidak lebih 30 derajat.  Mengapa? Karena jika suhu terlalu tinggi atau dari 30 derajat maka droplet akan banyak yang menguap dan droplet yang menempel pada permukaan daun akan cepat mengering.

Droplet adalah butiran semprot adalah butiran halus dari cairan semprot yang keluar dari nozel

Kelembaban udara ideal adalah kurang dari 50%.  Jika udara terlalu kering, maka droplet menguap dan droplet cepat mengering. 

Jangan menyemprot saat angin terlalu kencang atau tidak ada angin sama sekali. 

Angin kencang akan menyebabkan butiran semprot diterbangkan oleh angin, dan yang mendarat dipermukaan daun tidak banyak atau akan jatuh ditempat lain yang tidak dikehendaki.  Distribusi dan distribusi kurang baik.

Kalau tidak ada angin sama sekali juga kurang baik.  Maka akan ada gerakan udara ke atas (termal atau termik) yang mungkin membawa uap pestisida dan masuk ke paru-paru aplikator, sehingga berbahaya untuk kesehatan.

Kecepatan angin ideal untuk penyemprotan adalah 3,6 – 6,5 km per jam.  Ditandai oleh daun bergerak-gerak ringan daun-daun kecil, tidak bergerak terlalu keras.  Bergerak tidak ke satu arah, dan asap bergerak membelok ke arah angin menuju.

Jika demikian berapa kecepatan angin yang ideal untuk penyemprotan?

Kecepatan angin yang ideal adalah 3-6 km per jam.  Pernyataan yang menyebutkan bahwa pada saat penyemprotan itu tidak ada angin.  Pernyataan terebut kurang tepat.

Idealnya angin tidak terlalu kencang.  Jika angin terlalu kencang maka:  distribusi dan liputan kurang baik. 

Angin yang terlalu kencang juga akan mengakibatkan drip (butiran halus penyemprotan atau droplet diterbangkan oleh angin).  Drip akan sangat berbahaya jika yang disemprotkan adalah herbisida yang bersifat kontak.  Meski drip tidak terlalu kerusakan pada tanaman tetangga, tetapi drip mengakibatkan mengurangi jumlah total pestisida yang disemprotkan pada bidang sasaran.

Kalau tidak ada angin sama sekali, maka distribusi dan liputan menjadi kurang baik.

Jangan menyemprot pada saat hujan 

Hujan juga akan mengakibatkan pestisida segera akan tercuci oleh air hujan dan hilang tidak menempel pada bidang sasaran.

Butiran semprot akan tercuci oleh air hujan dan hilang dari permukaan tanaman.  Butiran semprot yang tercuci akan mencemari lingkungan.

Jangan menyemprot saat embun masih banyak. 

Embun yang banyak sama saja dengan menambahkan air ke dalam larutan, konsentrasi penyemprotan akan menurun dan kemungkinan menambahkan volume semprot dan pestisida akan ke bawah menetes bersamaan dengan embun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page
<