Lupakan Peranan Stomata Pada Waktu Penyemprotan Pestisida, Ini Sebabnya!

Lupakan Peranan Stomata Pada Waktu Penyemprotan Pestisida, Ini Sebabnya!

Stomata (tunggal: “Stoma” yang berarti mulut) merupakan bukaan-bukaan kecil pada daun yang apabila terbuka secara maksimal hanya selebar 0,0001 mm.

Singkatnya stomata adalah mulut daun yang merupakan komponen sel epidermis pada daun.

Pada tumbuhan darat, letak stomata banyak ditemukan pada bagian bawah daun, sedangkan pada tumbuhan yang hidup di air stomata banyak ditemukan pada permukaan atas daun. Jumlah stomata per mm² berbeda-beda pada setiap tumbuhan.

Stoma adalah bentuk tunggal dari stomata yang berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis. Stoma juga mengeluarkan O2 sebagai hasil dari fotosintesis.

Apa Fungsi Stomata Daun?

Bagian dari tumbuhan ini merupakan sebuah bagian yang berperan penting dalam produksi atau ketahanan tanaman dari hama dan juga penyakit.  Stomata membuka dan menutup untuk mengeluarkan gas dari daun.   Karena mulut daun mempunyai fungsi sebagai pertukaran gas yang tumbuhan perlukan.

Fungsi stomata daun yang utama merupakan tempat bertukarnya gas yang tumbuhan diperlukan untuk proses fotosintesis.

Melalui stomata, CO2, H2O, dan juga O2 dapat keluar masuk untuk melakukan proses respirasi dan juga fotosintesis. Akan tetapi, stomata ini juga merupakan salah satu yang dapat menjadi jalur polutan masuk ke dalam tumbuhan.

Fungsi Stomata pada proses Fotosintesis

Melansir dari Wikipedia, mulut daun memiliki fungsi yang pertama untuk proses fotosintesis. Sementara itu, fotosintesis adalah sebuah proses tanaman dalam memproduksi makanan dengan menggunakan bantuan sinar matahari, air, dan juga CO2.

Dengan bantuan stomata, tanaman akan mengambil CO2 dari udara. Lalu, molekul air atau H2O akan terpecah menjadi Hidrogen (H) dan juga Oksigen (O2). Kemudian, melalui stomata pula akan melepaskan oksigen sebagai wujud produk sampingan di udara.

Dengan demikian, stomata atau mulut daun ini merupakan media pertukaran gas serta respirasi seluler yang ada pada tanaman.

Fungsi Stomata pada proses Transpirasi

Fungsi stomata daun yang kedua yaitu transpirasi. Transpirasi yaitu proses penguapan air (H2O) dari permukaan tumbuhan. Dengan transpirasi tersebut, dapat menjaga tumbuhan tetap dingin serta mentransfer bahan kimia seperti mineral dan lainnya ke semua bagian tanaman.

Pada saat tanaman mengambil air dari dalam tanah, stomata menyerap mineral yang lain. Kemudian, supaya tumbuhan bisa mengambil air dari dalam tanah, maka air harus menguap dari permukaan tanaman terlebih dahulu.

Jika sudah melakukan hal tersebut, maka tekanan akan memaksa akar untuk menyerap air tersebut dari dalam tanah serta memindahkan menuju ujung tanaman. Kemudian, melalui fungsi stomata daun ini, pekerjaan utama dari penguapan air telah berlangsung.

Apakah Stomata Berperan Pada Aplikasi Pestisida?

Baca juga : Bagaimana Cara Penyemprotan Pestisida yang Baik

Sumber: Panut Djojosumato

Lupakan fungsi stomata dan hubungannnya dengan penyemprotan pestisida. Karena penyemprotan pestisida pada tanaman atau daun tidak ada korelasi positif antara jumlah stomata dan jumlah pestisida yang diserap daun.

Kenapa? Karena stomata bukan rute penting untuk penyerapan pestisida.

Hubungan Stomata dengan Waktu yang Tepat untuk Penyemprotan Tanaman?

Kaitannya dengan waktu penyemprotan pestisida, kapan waktu tepat untuk penyemprotan tanaman? Menyemprot pagi atau sore? Mana yang lebih baik?

Lakukan penyemprotan pada sore hari. Apakah jika penyemprotan dilakukan sore hari bukannya stomata sudah menutup dan tidak bisa menyerap pestisida oleh tanaman.

Bila keadaan cuaca mengizinkan, saat ideal untuk penyemprotan adalah sore hari antara pukul 3 atau 4 sampai 5 atau 6 sore.

Karena pada saat itu suhu tidak terlalu panas dan bergerak menurun, kelembaban tidak terlalu rendah dan semakin mengarah ke malam kelembaban bergerak naik.

Tentu sore hari tidak ada embun sehingga penguapan kurang, droplet tidak cepat kering, fotodegradasi berkurang.

Namun kelemahannya sering hujan dan di daerah tertentu angin tidak mendukung dan waktu penyemprotan terlalu pendek.

Jika sore tidak memungkinkan maka menyemprot di pagi hari adalah pilihannya.  Waktunya berkisar antara pukul 7 sampai dengan 10 siang.   Jangan terlalu siang.  Jangan terlalu terik panas

Karena pada waktu tersebut suhu belum terlalu panas dan angin umumnya mendukung.  Sedangkan kelamahannya adalah suhu bergerak naik dan kelembaban udara cenderung menurun serta sering kalau masih pagi masih ada embun.

Sumber dan credit:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page