Musim Hujan Waspadai Penyakit ini Pada Tanaman Angggur

Musim Hujan Waspadai Penyakit ini Pada Tanaman Angggur

Pada Umumnya tingkat curah hujan yang tinggi serta kelembaban tinggi tanaman pada anggur mudah terinfeksi jamur.  Jamur ini biasanya mudah menyerang tanama anggur pada daun baik tanaman dewasa maupun di pembibitan.  Salah satu cara yang efektif adalah proses penanganan secara mekanis yaitu memangkas daun yang terinfeksi serta memberikan nutrisi untuk memperkuat daya tanaman terhadap serangan penyaki.

Penyakit-Penyakit Pada Tanaman Anggur

1.  Penyakit Embun Tepung (Downy Mildew)

  • Disebabkan oleh jamur Plasmophora viticold
  • Jamur menyerang daun, tunas dan buah muda.  Serangan pada ujung tunas menyebabkan kering dan patah.
  • Serangan pada sisi atas daun ditandai dahan bercak kuning kehijuan yang tidak berbatas tegas.
  • Serangan pada buah muda menyebabkan busuk abu-abu.
  • Kondisi yang menguntungkan perkembangan patogen adalah suhu rendah, kelembaban tinggi.  Hujan merupakan pemici epidemi

Pengendalian

  • Menanam kultivar yang tahan terhdap jamur dari varietas vitis labrusca misalnya Delaware, Isabella
  • Mengurangi kelembaban kebun, sanitasi kebun dengan memangkas tunas dan buah yang terinfeksi.
  • Tanaman dsemprot dengan fungisida tembaga atau fungisida organik. 
  • Tanaman dilindungi atap plastik pada musim hujan.

2.  Penyakit Tepung, Mildew

  • Desebabkan oleh jamur Uncinela necator
  • Jamur menyerang semua jaringan hijau pada anggur, daun muda terinfeksi menjadi berkerut dan kecil, tangkai kluster dan petiole sangat peka.
  • Pada daun, ranting, bunga dan buah muda terdapat bercak bertepung putih kelabu.
  • Buah mudah yang terinfeksi tidak dapat berkembang sempurna
  • Penyebaran spora dibantu oleh angin
  • Perkembangan penyakit dibantu oleh cuaca kering (suhu optimum 20-27)
  • Kerugian akibat jamur ini menyebabkan buah cacat dan tidak dapat berkembang serta menurunkan produksi.

Pengendalian penyemprotan fungisida dengan bahan aktif belerang, dan fungisida organik misalnya tepung belerang atau belerang kapur encer (bubur california), benomil, thiophanate dan thiophanate-metyl.

3. Penyakit Kudis, Antraknosa

  • Disebabkan oleh jamur Spaceloma ampelinum
  • Gejala buah yang sakit terdapat bercak berwarna kelabu dengan tepi coklat tua dengan batas tegas
  • Daging buah tetap keras dan pecah
  • Fase kritis serangan buah pada tahap setelah berkembang (buah mengkal)
  • Kerugian akibat penyakit ini penurunan kualitas buah pada musim penghujan

Pengendalian:

Batang dan tunas yang sakit dibuang.  Tanaman dilindungi dengan fungisida (bubur california, bubur bordeaux, ziram, tiram, ferbam).  Penggunanan para-para yang tinggi.

4. Penyakit Busuk Kapang Kelabu (gray mold)

  • Disbeabkan oleh jamur Botrytis cinera
  • Gejala daging buah membusuk, menjadi masa yang lunak dan berair
  • Buah yang sakit mengeriput dan berwarna coklat tua
  • Banyak menyerang pada buah yang matang di musim hujan.
  • Kerugian akibat dari penyakit ini adalah mengurangi produksi pada pra dan pasca panen serta mengurangi kandungan juice.

Pengendalian:

Pemangkasan yang tepat untuk meningkatkan pertukaran udara.  Penjarangan dan pembungkusan buah.  Penyemprotan dengan fungisida sebelum panen dengan fungisida belerang oksida, captan, benomyl).  Buah disimpan pada suhu yang rendah.  Jangan memetik buah setelah hujan.

5.  Penyakit Karat Daun

  • Disebebkan oleh jamur Physopella ampelopsidis
  • Gejalanya pada sisi bawah daun terdapat tepung berwarna oranye yang terdiri dari spora jamur
  • Sisi atas daun terdapat bercak-bercak berwarna hijau kekuningan
  • Kerugian dari akibat jamur ini menyebabkan penurunan fungsi fotosintesis daun.

Pengendalian:

Memetik dan membakar daun yang terinfeksi.  Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif mankozeb, tiram, ziram, tembaga oksiklorida atau benomil.

Penyemprotan Penyakit Jamur Angggur dengan Fungisida

Penyakit penyakit anggur diatas dapt dicegah dengan penyemprotan dengan fungisida kontak.   Namun sebaiknya penyemprotan pada musim penghujan disarankan dengan sistim rotasi antara fungisida sistemik dan fungisida kontak.  Contoh Jika minggu ini fungisida sistemik, minggu esok fungisida kotak. Begitu seterusnya

Contoh fungisida kontak adalah fungisida kontak adalah fungisida yang berbahan aktif mancozeb, propineb, ziram, tiram.  Fungisida berbahan aktif Tiram adalah TIFLO 80WG.

Sedangkan fungisida sistemik seperti yang berbahan aktif difenoconazol, propinoconazol,  hekskonazol, azoxyxtrobin, klorotalonil, dan dainnya.

Dan untuk mencegah serangan datang pada tunas bakal tumbuh 5 hari sekali selama 3 kali harus ruting semprot agar spora benar2 mati. 

Penyemprotan fungisida atau pestisida lainnya di musim hujan dianjurkan untuk menggunakan stiker atau perekat.  Karena kemungkinan pestisida tercuci oleh air hujan.  Sehingga penyemprotan efektif dari sisi aplikasi dan dapat menghindari pemborosan biaya akibat semprotan kita tercuci oleh air hujan.

Kapan Waktu Penyemprotan Anggur Yang Tepat

Lakukan penyemprotan pada sore hari. Apakah jika penyemprotan dilakukan sore hari bukannya stomata sudah menutup dan tidak bisa menyerap pestisida oleh tanaman.

Bila keadaan cuaca mengizinkan, saat ideal untuk penyemprotan adalah sore hari antara pukul 3 atau 4 sampai 5 atau 6 sore.  Karena pada saat itu suhu tidak terlalu panas dan bergerak menurun, kelembaban tidak terlalu rendah dan semakin mengarah ke malam kelembaban bergerak naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page
<