Tanaman Padi Terkena Penyakit Kresek, Disemprot Apa ?

Tanaman Padi Terkena Penyakit Kresek, Disemprot Apa ?

Pada musim tanam sekarang ini banyak kita temukan penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB). Seperti terlihat pada gambar, tanaman terlihat segar, tapi coba turun dan amati.

Penyakit HDB merupakan salah satu penyakit utama tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryxae pv. Oryxae (Xo). Penyalit ini dapat menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman. Dari persemaian sampai menjelang panen.

BACA JUGA : PENYAKIT (BLAS)PATAH LEHER DISEMPROT FUNGISIDA APA

Penyebab Penyakit Kresk

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terutama adalah kelembaban yang sangat tinggi akan memacu perkembangan penyakit ini. Oleh karenanya penyakit hawar daun bakteri sering muncul terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini. 

Dari gejala yang muncul pada tanaman umur kurang dari 30 HST biasanya ditandai dengan munculnya daun-daun berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung. Bahkan dalam keadaan parah seluruh daun layu dan mati. Serangan pada tahap awal ini biasanya banyak menyebut penyakit KRESEK.

Sedangkan gejala pada tanaman yang muncul pada fase anakan maksimal sampai pemasakan sering disebut dengan Hawar Daun Bakteri, ditandai dengan munculnya bercak abu-abu (kekuningan) pada tepi daun, kemudian bercak berkembang akan meluas membentuk hawar (blight) dan akhirnya daun mengering.

Pengendalian Penyakit Kresek

Untuk pengendaliannya apabila sudah diketahui bahwa varietas tersebut rentan terhadap HDB maka sejak awal harus dikendalikan dengan agens hayati Paenibacillus polimyxa pada umur 14, 28 dan 48 hst. dengan cara disemprotkan  konsentrasi 5-10 cc/liter air pada sore atau pagi hari. Namun bila upaya pengendalian tidak sejak dini dan pada menjelang fase generatif baru diketahui, bahkan gejala serangan telah meluas, maka menggunakan alternatif penggunaan pestisida.

Imunisasi pada tanaman padi merupakan inovasi baru dalam konteks perlindungan tanaman sedini mungkin. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya serangan hama penyakit terutana penyakit kresek dan blas yang terbawa oleh benih sekaligus memperkuat fungsi akar, batang dan daun sehingga tanaman mampu tumbuh secara optimal dalam memanfaatkan pupuk, iklim dan air.

Sehingga ditengah seringnya  cuaca ekstrim kita bisa pertahankan pertumbuhan dan produksi optimal.

Imunisasi kali ini menggunakan agensi hayati pasaran merk  Potensida yang lebih fokus pada pencegahan bakteri dan spora jamur yg terbawa oleh benih.  

Doble proteksi pengendalian kresek pada benih dan pembibitan, diharapkan menjadi ikhtiar terbaik untuk proteksi padi dini mungkin.

Penyemprotan Kresek Dengan Pestisida

Pestisida yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit kresek adalah dari jenis  Bakterisida dengan bahan aktif antara lain: Tembaga oksiklorida, kasugamicin, hidroklorida, streptomisin sulfat, oksitetrasiklin atau asam oksolinik.

Untuk merk dagangnya yang sudah banyak beredar antara lain: Kasumin 5/75 WP, Agrep 20 WP, Plantomycin 7 SP, Starmycin 20 WP, Bactocyn 150 AL, Kresek 150 SL, Stamer 20 WP. Kuproxat 345SC dan lain lain.

Selain dengan bakterisida, Kresek juga dibisa dicegah lebih awal dengan pengaplikasian fungisida kontak lebih awal. Fungisida yang bisa dipakai adalah fungisida dengan bahan aktif mankozeb, propineb, tiram, ziram dan lainnya. Merek dagangnya adalah Tiflo 80WG (tiram), Ziflo 76 WG (ziram), Antracol 70WP (propineb), Dithane (mankozeb), dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page